Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 November 2011

PENGANTAR BISNIS# KOPERASI


KOPERASI

KATA PENGANTAR
Melihat seberapa penting adanya sistem keuangan dalam koperasi, bagaimana sistem keuangan ini bekerja, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kelangsungan koperasi itu sendiri

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.


B. Maksud dan tujuan
Tujuan di adakannya penyusunan tulisan ini adalah guna memenuhi salah satu tugas kuliah yang bertemakan koperasi.  Maksud dari adanya penyusunan tulisan ini adalah untuk mengetahui secara lebih rinci tentang koperasi.
TEORI
Secara garis besar Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki cantolan konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah Koperasi. Tafsiran itu sering pula dikemukakan oleh Mohammad Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut. Pada Penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan, bahwa sistem ekonomi Indonesia didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi, di mana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai Koperasi. Dalam wacana sistem ekonomi dunia, Koperasi disebut juga sebagai the third way, atau jalan ketiga, istilah yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens, yaitu sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme.
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Ia mendirikan Koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. R. Aria Wiriatmadja atau Tirto Adisuryo, yang kemudian dibantu pengembangannya oleh pejabat Belanda dan akhirnya menjadi program resmi pemerintah. Seorang pejabat pemerintah Belanda, yang kemudian menjadi sarjana ekonomi, Booke, juga menaruh perhatian terhadap Koperasi. Atas dasar tesisnya, tentang dualisme sosial budaya masyarakat Indonesia antara sektor modern dan sektor tradisional, ia berkesimpulan bahwa sistem usaha Koperasi lebih cocok bagi kaum pribumi daripada bentuk badan-badan usaha kapitalis. Pandangan ini agaknya disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda sehingga pemerintah kolonial itu mengadopsi kebijakan pembinaan Koperasi. Meski Koperasi tersebut berkembang pesat hingga tahun 1933-an, pemerintah Kolonial Belanda khawatir Koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, namun Koperasi menjamur kembali hingga pada masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan. Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan Koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

                     Bung Hatta meneruskan tradisi pemikiran ekonomi sebelumnya. Ketertarikannya kepada sistem Koperasi agaknya adalah karena pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark, pada akhir tahun 1930-an. Walaupun ia sering mengaitkan Koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara Koperasi sosial yang berdasarkan asas gotong royong, dengan Koperasi ekonomi yang berdasarkan asas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif.Bagi Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu Koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non-anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota Koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan Koperasi. Dengan cara itulah sistem Koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama atau Koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu sendiri.Dewasa ini.

     PEMBAHASAN
A. Prinsip koperasi
Di dalam Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi.
Berikut ini beberapa prinsip koperasi.
1) Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2) Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3) Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
4) Modal diberi balas jasa secara terbatas.
5) Koperasi bersifat mandiri.

B. Fungsi dan pran koperasi
Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran koperasi di Indonesia seperti berikut ini.

              1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. Melalui koperasi, potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya.

            2) Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.

            3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

             4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia, koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya, maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik.


C. Manfaat koperasi
Berdasarkan fungsi dan peran koperasi, maka manfaat koperasi dapat dibagi menjadi dua bidang, yaitu manfaat koperasi di bidang ekonomi dan manfaat koperasi di bidang sosial.
• Manfaat Koperasi di Bidang Ekonomi
Berikut ini beberapa manfaat koperasi di bidang ekonomi.
a) Meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya. Sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi dibagikan kembali kepada para anggotanya sesuai dengan jasa dan aktivitasnya.
b) Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah. Barang dan jasa yang ditawarkan oleh koperasi lebih murah dari yang ditawarkan di toko-toko. Hal ini bertujuan agar barang dan jasa mampu dibeli para anggota koperasi yang kurang mampu.
c) Menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan. Kegiatan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi melayani dengan baik keperluan anggotanya.
d) Menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan koperasi. Setiap anggota berhak menjadi pengurus koperasi dan berhak mengetahui laporan keuangan koperasi.
e) Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara lebih efektif dan membiasakan untuk hidup hemat.
• Manfaat Koperasi di Bidang Sosial
Di bidang sosial, koperasi mempunyai beberapa manfaat berikut ini.
a) Mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram.
b) Mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi yang dibangun tidak di atas hubungan-hubungan kebendaan tetapi di atas rasa kekeluargaan.
c) Mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerja sama dan semangat kekeluargaan.

PENUTUP

Kesimpulan
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.diwarta.com/
2. http://g-excess.com/

Kamis, 06 Oktober 2011

bisnis warnet


Pendahuluan

            Melalui bagian pendahuluan ini saya akan menjelaskan latar belakang mengapa saya memutuskan untuk menekuni bidang usaha Warung Internet sebagai suatu usaha yang saya yakini (secara pribadi) sebagai sebuah bidang usaha yang menguntungkan dan menghasilkan profit yang signifikan asalkan dikelola secara serius dan profesional.Keputusan saya sendiri untuk mengambil bidang usaha ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang sedang terjadi di sekeliling saya sebagai seorang mahasiswa yang kesehariannya memang selalu bersinggungan dan berkutat dengan dunia Internat dan Komputer.Berikut beberapa faktor tersebut:
a.Dengan membuka Warung Internet (seterusnya akan disebut Warnet saja) di lokasi yang strategis seperti wilayah perkantoran dan perkuliahan,tentunya akan menghasilkan keuntungan yang besar karena Warnet yang akan dikelola ini akan selalu didatangi pengunjung seperti mahasiswa yang membutuhkan informasi sebagai bahan acuan tugas mereka atau mereka yang membutuhkan rekreasi dengan cara bermain game,mencari kenalan melalui chatting atau Friendster,menulis artikel/blog (telah menjadi fenomena tersendiri untuk menulis,bahkan suatu karya ilmiah di dunia maya yang bukan tidak mungkin menarik minat orang lain untuk mengutip dan membukukannya)
b.Saya sendiri cenderung memperhatikan secara langsung bahwa kebutuhan masyarakat perkotaan akan internet amatlah tinggi sehingga hamper dapat dipastikan beberapa orang tertentu akan mendatangi warnet setiap harinya untuk beberapa keperluan yang telah disebukan di atas.
c.Setelah memperhatikan beberapa warnet terkenal yang ada di kota Pekanbaru (termasuk wilayah Panam),ternyata setiap warnet memiliki kekurangan tersendiri yang apabila dapat kita tutupi dengan fasilitas yang ada pada warnet kita,maka dapat dipastikan para pengunjung akan berpindah kepada warnet yang kita kelola.
  • Koneksi internet yang lambat tentunya akan membuat kesal para pelanggan (selaku penyewa yang membutuhkan efisiensi waktu karena harga sewa berdasarkan waktu pemakaian),yang sering membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuka satu page saja.Berdasarkan pemantauan penulis,warnet di kota Pekanbaru yang memiliki keceparan di atas rata-rata (256 kbps) adalah Paus Net (jalan Paus ujung),Emma Graha (Jalan Arengka Ujung),Pelangi Net dan Rizki Net yang terletak di Jalan H.R Soebrantas,Panam
  • Kondisi warnet yang tidak nyaman seperti tidak adanya sekat-sekat yang melindungi privasi pelanggan,asap rokok yang menimbulkan aroma tidak sedap,tidak tersedianya air conditioner (AC) dan rata-rata pengunjung lebih menyukai warnet dengan format lesehan daripada warnet yang menggunakan kursi
  • Pelayanan/service harus dapat memuaskan pelanggan dengan baik.Pengalaman telah membuktikan bahwa pelayanan yang paling baik adalah keramah-tamahan dan senyuman dari operator dalam menjalankan tugas mereka.Seringkali terjadi operator/karyawan memasang muka yang dingin dan cenderung tidak bersahabat dan bersikap seolah-olah pelangganlah yang membutuhkan mereka dan bukannya mereka yang membutuhkan pelanggan.Perlakuan seperti ini terkadang akan membuat beberapa orang tersinggung atau merasa kecil hati karena keluhan-keluhannya ditanggapi dengan sikap seperti itu.Hal seperti ini harus dihindari dalam membuka usaha dalam bidang apapun juga karena apabila dihadapkan dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin pelanggan akan “lari ke toko sebelah”.Sebagai wirausahawan kita harus peka dan hati-hati dalam menyikapi pelanggan yang datang karena sebesar apapun reaksi yang kita berikan kepada pelanggan akan memberikan bekas kepada mereka yang akan menentukan apakah mereka akan datang lagi ke warnet kita atau tidak.Ingat bahwa dalam membangun usaha berarti juga membangun reputasi karena usaha yang kita jalankan akan dibicarakan dari mulut kemulut pelanggan yang tentunya membentuk penilaian orang-orang dan akan membawa dampak baik atau buruk (tergantung hal-hal yang pernah kita lakukan) bagi kelangsungan usaha kita.
  • Harus ada kontrol yang ketat terhadap tingkat kelayakan pakai pada PC (Personal Computer) yang digunakan,karena kualitas internet yang disajikan juga dipengaruhi kemampuan komputer yang notabene memiliki usia produktif yang terbatas (paling lama 3 tahun untuk usaha warnet).Sehingga dianggap perlu untuk memperhitungkan biaya penyusutan perbulannya sehingga dapat menyisihkan sebagian dana yang dialokasikan untuk mengganti PC-PC yang kurang memadai dalam jangka waktu yang akan datang.

d.Mengkombinasikan usaha warnet ini dengan beberapa usaha lain seperti kafe dan pengisian voucher handphone yang notabene dibutuhkan bagi mereka yang sering “online” atau bermain game dalam waktu yang lama sehingga akan lebih efisien apabila segala kebutuhan pokok berada di dekat pelanggan Selain itu dapat juga menyediakan jasa pengopian data via CD/DVD,printing,scanning dan mungkin jasa-jasa lain yang sesuai dengan kemampuan kita seperti jasa cuci-editing foto/video yang dapat menerima orderan apabila ada event-event tertentu seperti pernikahan,jasa penginstalan dan service komputer serta penyediaan beverage seperti minuman kaleng dengan merk tertentu yang akan menarik perhatian merk tersebut untuk menyumbangkan kulkas dan pasokan minuman ringan perbulannya apabila terdapat permintaan yang signifikan dari warnet kita dan ini hanya mungkin terjadi apabila banyak pelanggan yang mengunjungi warnet kita.


Dengan memperhitungkan poin-poin di atas,maka saya menyatakan Insya 4JJ1 yakin usaha ini dapat bersaing di tengah maraknya usaha dibidang yang sama (warnet) meskipun membutuhkan dana yang cukup besar sebagai modal awalnya.Namun perlu diingat bahwa dalam membangun usaha jangan pernah setengah-setengah karena komitmen tinggi yang disertai dengan ketekunan dan ketakwaan kepada 4JJ1 SWT,niscaya akan selalu mendapat ridho dari-Nya dan memperlancar segala usaha yang kita jalankan.
Sebagai informasi,metode yang dilakukan dalam menyusun tugas ini adalah studi lapangan dengan melakukan survei langsung ke objek-objek yang berkaitan dan mengadakan wawancara kepada beberapa pelaku bisnis terkait.














BAB II
Perkiraan Biaya Usaha
Pada prinsipnya dalam membangun usaha ini saya memfokuskan untuk menyewa ruko yang berada di sekitar kampus Universitas Riau dan saya perhatikan bahwa ruko-ruko yang baru selesai dibangun di jalan H.R Soebrantas (depan RSJ Pekanbaru),sangat potensial dan strategis untuk dijadikan sebagai tempat membuka warnet ini.
Kebutuhan dasar untuk membuka Warung Internet ini adalah:
I.Perkiraan biaya pemasangan Internet
1.PC Acer Aspire M1610 ( Mouse dan Keybord)      = Rp 4.202.000,00 @ 21 Unit
2.Headphone PC Digicom                                          = Rp      30.000,00 @ 20 Unit
3.Webcam PC Bubblemax                                          = Rp      80.000,00 @ 20 Unit
3.UPS (Utility Power Saving)                                                = Rp    200.000,00 @ 21 Unit
4.Kabel UTP Belden                                                   = Rp    513.000.00 @              2 Unit
5.UTP Male Connector                                               = Rp      60.000.00 @   1 Unit
6.Reel Kabel                                                               = Rp.       8.000.00 @ 50 Unit
7.Kleem                                                                       = Rp.       5.000.00 @   5 Unit
8. Crimping Tools                                                       = Rp.   120.000.00 @  2 Unit
9.Kabel Power 3 in 1                                                  = Rp.   220.000.00 @  5 Unit
10.Stop Kontak 3 in 1                                                 = Rp.     17.000.00 @ 21 Unit
11.Steker Broco                                                          = Rp.     12.000.00 @ 25 Unit
12.Jasa Instalasi Jaringan                                            = Rp    100,000.00 @ 10 Unit
13.Jasa Instalasi Server                                               = Rp    750,000.00 @   1 Unit
                                                                                                 ------------------------+
                                                                                                = Rp.   103.725.000,00
                                                                                               


II.Penyediaan fasilitas Warnet
1.Speaker Altec Lansing 121i untuk OP                    = Rp    256 000.00 @   1 Unit
2 Meja Operator                                                          = Rp    170.000.00 @   1 Unit
3.Kursi Operator                                                         = Rp.     45.000.00 @   2 Unit
4.Bilik Sekat dari rotan                                               = Rp.   350.000.00 @ 20 Unit
5.Stationery                                                                 = Rp.     30.000.00 @  1  Set
6.Scanner Canon 3235                                                = Rp.   265.000.00 @ 1 Unit
7.Printer Hewlett-Packard 3113                                 = Rp.   335.000.00 @  1 Unit
8.AC Window Uchida                                                            = Rp.   700.000.00 @  1 Unit
9.Kulkas TOSHIBA 2 pintu                                       = Rp.2.000.000.00 @  1 Unit
10.Karpet ukuran 4x10 m2                                                        = Rp.   180.000.00 @  1 Unit
11.Lampu ruangan Phillips                                         = Rp.     30.000.00 @  4 Unit
12.Tinta printer                                                           = Rp      20.000.00 @  8 Unit
13.Kertas HVS/Folio                                                  = Rp.     20.000.00 @  5 Rim
                                                                                                ------------------------+
                                                                                                = Rp.   11.216.000,00

III.Pengeluaran rutin untuk biaya operasional
1.Sewa Ruko (Rp 10.000.000,00 dibagi 12 bulan)     = Rp.   833.000,00 perbulan
2.Tagihan rekening listrik (dirata-ratakan)                  = Rp.   500.000,00 perbulan
3.Tagihan koneksi TELKOM Speedy perbulan          = Rp    182.000.00 @ 21 Unit
4.Biaya penyusutan peralatan**                                  = Rp.   931.350,00  perbulan
5.Gaji 2 orang operator untuk 2 shift                          = Rp.   950.000,00 perbulan
                                                                                    ------------------------+
                                                                        = Rp. 3.396.350,00 perbulan

Dengan menyiasati konsep pendistribusian bandwidth secara proporsional sehingga memungkinkan bandwidth terdistribusi secara mandiri kemasing-masing PC, maka tidak memerlukan bantuan router sehingga distribusi lebih lancar dan hemat
Dengan solusi tersebut, penulis berusaha untuk menghadirkan konsep warnet yang lebih sederhana dan menguntungkan. Disebut sederhana karena cara pengoperasian yang mudah dan tidak memerlukan SDM yang ‘canggih’.
Dengan biaya bandwidth yang dikenakan TELKOM sebesar Rp. 275.000,- per komputer per bulan (lihat pengeluaran rutin untuk operasional) atau setara dengan Rp. 9.200,- per hari (untuk kecepatan up-to-256 kbps per komputer),maka dapat ditetapkan tarif pemakaian komputer untuk satu jam-nya adalah Rp. 3.000 per jam
Dengan perhitungan tagihan TELKOM sebesar Rp.9200,00 sehari maka break-even operasional bandwidth per komputer cukup dari pemakaian 2-3 jam per harinya.

Memperhitungkan biaya penyusutan
Memperhitungkan biaya penyusutan peralatan adalah sangat penting karena usia produktif dari peralatan akan berkurang dan apabila telah tiba saatnya maka alat tersebut perlu diganti dengan yang baru dengan menggunakan biaya yang telah kita sisihkan perbulannya.Untuk menentukan besarnya jumlah yang harus disisihkan itu maka perlu kita hitung biaya penyusutan perbulan dengan cara sebagai berikut:

Menggunakan rumus penyusutan garis lurus:

Harga Perolehan-Nilai Residu
Taksiran Umur Aktiva

Harga Perolehan= Harga yang dikeluarkan untuk membeli benda tersebut
Nilai Residu      = Nilai harta setelah habis umur yang diperkirakan
Taksiran umur   = Adalah perkiraan umur produktif benda tersebut.
Menghitung biaya penyusutan peralatan Warnet:
1.PC Acer Aspire M1610 ( Mouse dan Keybord)      = Rp 4.202.000,00 @ 21 Unit
2.Headphone PC Digicom                                          = Rp      30.000,00 @ 20 Unit
3.Webcam PC Bubblemax                                          = Rp      80.000,00 @ 20 Unit
3.UPS (Utility Power Saving)                                       = Rp    200.000,00 @ 21 Unit
4.Kabel UTP Belden                                                   = Rp    513.000.00 @ 2 Unit
5.UTP Male Connector                                               = Rp      60.000.00 @   1 Unit
6.Reel Kabel                                                               = Rp.       8.000.00 @ 50 Unit
7.Kleem                                                                       = Rp.       5.000.00 @   5 Unit
8. Crimping Tools                                                       = Rp.   120.000.00 @  2 Unit
9.Kabel Power 3 in 1                                                  = Rp.   220.000.00 @  5 Unit
10.Stop Kontak 3 in 1                                                 = Rp.     17.000.00 @ 21 Unit
11.Steker Broco                                                          = Rp.     12.000.00 @ 25 Unit
11.Speaker Altec Lansing 121i untuk OP                  = Rp    256 000.00 @   1 Unit
12 Meja Operator                                                        = Rp    170.000.00 @   1 Unit
13.Kursi Operator                                                       = Rp.     45.000.00 @   2 Unit
14.Bilik Sekat dari rotan                                             = Rp.   350.000.00 @ 20 Unit
15.Scanner Canon 3235                                              = Rp.   265.000.00 @ 1 Unit
16.Printer Hewlett-Packard 3113                               = Rp.   335.000.00 @  1 Unit
17.AC Window Uchida                                              = Rp.   700.000.00 @  1 Unit
19.Kulkas TOSHIBA 2 pintu                                     = Rp.2.000.000.00 @  1 Unit
20.Karpet ukuran 4x10 m2                                         = Rp.   180.000.00 @  1 Unit
                                                                                                ------------------+
Harga Perolehan                                                          = Rp.   112 881.000,00

Taksiran umur produktif dari peralatan-peralatan elektronik ini adalah 5 Tahun
Taksiran nilai residu adalah Rp 57.000.000,00 (dengan asumsi harga barang elektronik telah turun sebanyak setengah dari harga awalnya)

Biaya penyusutannya adalah:

=  112.881.000-57.000.000,00
                  5
=          55.881.000,00             = 11.176.200
                        5
Untuk mencari biaya yang harus dibayarkan perbulannya adalah 

11.176.200 =  931.350
       12
Jadi,beban penyusutan yang harus dibayarkan tiap bulannya adalah Rp.931.350,00

Modal yang dibutuhkan untuk membangun usaha ini:
.Dengan memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan diatas maka
   Biaya pemasangan warnet+biaya penyediaan fasilitas warnet+biaya operasional bulan pertama
            103.725.000+11.216.000+3.396.350= Rp.118.337.350,00
   Setidak-tidaknya dibutuhkan Rp 118.337.350,00 sebagai modal awal unruk membuka usaha ini.

Modal awal dapat diusahakan dengan cara:
   1.Mengajak teman-teman atau keluarga untuk turut menginvestasikan usaha ini dalam suatu bentuk usaha “patungan”sehingga dapat menutupi kekurangan modal anda
   2.Mengajukan pinjaman kepada bank dengan agunan SK Pegawai Negeri atau Surat Kepemilikan Tanah.



Usaha-usaha sampingan
Untuk menambah penghasilan,dapat kita kreasikan dengan membuka usaha sampingan yang juga dijalankan di dalam satu warnet yang sama,yaitu:
a.Kafetaria Mini
   Walaupun berlabelkan kafe tetapi wujudnya bukanlah seperti bagaimana kafe pada umumnya,karena tempat makan yang disediakan adalah bilik-bilik tempat pelanggan yang memesan makanan bermain internet Pelanggan dapat memesan makanan dengan menu yang disediakan dan kemudian pesanan itu diteruskan oleh operator kepada rumah makan terdekat (buka 24 jam) yang telah menjadi rekanan penulis untuk kemudian diantarkan kewarnet dan penulis mengambil keuntungan Rp 500,- dari makanan tersebut.Hal ini dianggap perlu karena banyak pelanggan yang bermain game dalam waktu yang lama (lebih dari 5 jam atau bahkan sehari semalam) sehingga pelanggan tidak perlu membeli makanan dari tempat lain.Hal ini tentunya akan menambah pemasukan,apalagi usaha warnet ini memiliki format beroperasi selama 24 jam.
b.Jasa instalasi ulang komputer/laptop
Bidang ini memerlukan kemampuan untuk mengutak-atik komputer dan dituntut untuk memiliki CD-CD program (software) yang dibutuhkan dalam proses penginstalan secara lengkap.Berhubung penulis memiliki CD-CD tersebut melalui koneksi dari seorang teman yang berkuliah di salah satu STEMIK di Pekanbaru,maka dapat menekan biaya instalasi yang biasanya Rp 50.000,00 menjadi Rp 40.000,00
c.Jasa pengcopian data via CD/DVD
Berbekalkan fasilitas yang diberikan komputer Acer Aspire dengan DVD Combo-nya yang built-in,maka kita dapat meyediakan jasa transfer data kedalam format CD/DVD dengan biaya Rp 2000,00 per CD dan Rp 3000,00 per DVD-nya.Selain itu kita dapat menyediakan stok CD/DVD kosong yang dijual dengan harga Rp 2500 perkeping untuk CD dan Rp 3000,00 untuk DVD dengan keuntungan Rp 500,00 per-kepingnya.


d.Jasa Scanning foto
Berbekalkan fasilitas program photoshop dan satu unit mesin scanner maka kita dapat menyediakan jasa scan foto yang diberi tarif Rp 2000,00 dengan keuntungan Rp 500,00 tiap kali proses scanning.
  e. Jasa Printing gambar/file
   Berbekalkan fasilitas program HP Photoprinting dan satu unit mesin printer maka kita dapat menyediakan jasa print tulisan hitam-putih  seharga Rp 500,00 dan tulisan berwarna/gambar seharga Rp 1200,00 dengan keuntungan Rp.200,00 tiap kali proses printing.

BAB III
Perkiraan Laba dan Balik Modal
Dengan memperhitungkan uraian-uraian tentang pengeluaran dan modal yang dibutuhkan di atas,maka kita dapat memperkirakan laba perbulannya dengan cara:
Menghitung pemasukan perbulan dan menguranginya dengan pengeluaran rutin operasional.Apabila dapat diasumsikan setiap harinya warnet kita dikunjung 20 pelanggan yang bermain rata-rata selama 3 jam maka penghasilan seharinya adalah:
= 20 X Rp 9000,00 (biaya sewa warnet selama 3 jam)
= Rp 180.000,00 perhari
Penghasilan perhari ini dikalikan untuk sebulannya untuk mendapatkan penghasilan kotor.
Laba kotor = Rp 180.000,00 X 30 hari = Rp 5.400.000,00
Laba bersih= Laba kotor – Pengeluaran rutin operasional = 5.400.000-3.396.000
= Rp 2.004.000,00
Maka keuntungan yang dihasilkan selama sebulannya dari usaha warnet saja (belum dimasukkan dari usaha sampingan) adalah Rp 2.004.000,00

Menghitung laba perbulan dari usaha sampingan:
Kafetaria Mini (diasumsikan ada 5 pelanggan/hari)               Rp 500,00 @ 5 Orang
Jasa Scanning Photo (diasumsikan 2 pelanggan/hari) Rp.500,00 @ 2 Orang
Jasa Printing (diasumsikan menghabiskan 20 lembar/hari)     Rp.200,00 @ 20 lbr
Jasa Instalasi (diasumsikan 3 pelanggan/minggu)                   Rp.20.000,00 @ 3 orang
                                                                                                -----------------------+
Laba Usaha Sampingan                                                          Rp.9000,00 perhari

Laba Usaha Sampingan perbulan: Rp 9000,00 X 30 = Rp 270.000,00

Jadi total laba perbulan :Rp 2.004.000,00 + Rp 270.000,00 = Rp 2.274.000,00
Mencari perkiraan waktu balik modal
Pertama-tama kita hitung terlebih dahulu laba pertahun:
Rp 2.274.000,00 X 12 = Rp 27 288.000,00

Untuk kemudian  dijadikan sebagai angka pembagi dari modal awal
Yaitu: Rp 118.337.350,00 = 4,3 Tahun
            Rp 27.288.000,00
Maka dapat diperkirakan modal kembali dalam waktu lebih kurang 4,3 tahun.

Dengan mengeluarkan investasi yang besar pada awal pembangunannya dan menerapkan penarikan keuntungan yang minimum (ingatlah bahwa menjual 100 barang seharga Rp 1000,00 dengan keuntungan Rp 100,00 /buah lebih baik daripada menjual satu barang seharga Rp 100.000,00 dengan keuntungan Rp.10.000,00.),selain mampu mendapatkan balik modal dalam waktu 4,3 tahun juga mampu menciptakan imej yang baik akan diri kita dalam dunia usaha sehingga akan memudahkan langkah kita untuk menjalin relasi bisnis dalam menekuni bisnis berikutnya.






    
  




Tips dan Trik Membuka Warnet

side_GreenIdea
Tips Usaha Warnet
Usaha warnet adalah salah satu pilihan bisnis yang masih menjanjikan untuk beberapa tahun kedepan. Internet sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi, internet sebagai pilihan terbaik untuk menunjang semua kebutuhan seperti, bisnis Anda, pekerjaan Anda dan bahkan hobby Anda. Maka dari itu sekali lagi kami katakan, bisnis jasa penyedia koneksi internet ( warnet ) akan semakin dibutuhkan di masa-masa mendatang.
Ada beberapa orang yang masih mengalami kendala untuk memulai bisnis ini, dikarenakan keterbatasan pengetahuan akan teknologi komputer, keterbatasan pengetahuannya akan jaringan / networking sampai ke waktu yang cukup padat hingga tidak sempat untuk memulainya, yang pada akhirnya tertunda dan tertunda terus. Disini kami ingin memberikan sedikit Tips dan Triks singkat tentang bagaimana dan darimana sebaiknya kita memulai.
Langkah pertama yang musti kita lakukan adalah :
1. Pasar, pastikan Anda menemukan satu tempat atau lokasi yang disitu memang masih jarang jasa internet ( warnet ) dan kebutuhan akan internet memang cukup tinggi, misalkan lokasi yang disekitarnya ada : perkantoran, sekolah, kampus dll.
2. Line Telepon, ini digunakan untuk memasang koneksi internet ( ex : SPEEDY ). Banyak daerah-daerah padat yang kesulitan untuk pemasangan line telepon baru dikarenakan jatah yang sudah habis, terminal yang penuh dan lain-lain. Jadi pastikan dulu point diatas terpenuhi.
3. Daya listrik, Kebutuhan daya listrik untuk bisnis ini tergolong membutuhkan daya listrik tinggi, minimal sekitar 2500 watt ( untuk 8 – 10 komputer ). Carilah informasi ke PLN, tentang prosedur dan harga untuk penambahan daya. Jika point ini sudah terpenuhi, silahkan lanjutkan ke step berikutnya.
4. Pemilihan warnet jenis game atau non-games. Pilihan ini yang menuntut kita untuk terjun langsung ke lapangan, dengan mencari informasi tentang jenis warnet apa yang sekiranya tepat untuk dibuka. Banyak kejadian dimana kita terlalu gegabah memutuskan untuk membuka warnet jenis games di daerah pemukiman padat ( Jakarta ), memang animo peminat cukup tinggi, namun dengan itulah biasanya kita terbentur masalah baru, seperti :
- Larangan orang tua kepada anak-anaknya.
- Masyarakat yang menegur kita, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Kesulitan untuk membuka warnet 24 jam dikarenakan lokasi yang berada di daerah pemukiman.
Agar terhindar dari masalah diatas maka lokasi seperti : ruko, kios, lokasi pinggiran jalan raya lah yang tepat.
Berbeda dengan warnet jenis non-games, pilihan ini lebih ‘luwes’ dan fleksible. Karena tujuan kita membangun warnet tersebut memang untuk menyediakan fasilitas layanan internet di sekitar kita, seperti untuk penunjang para pelajar yang sebagian besar memang membutuhkan bahan pelajaran / tugas dari internet, bukan tempat yang hanya digunakan untuk bermain game saja. Tentu ini lebih banyak kandungan nilai positifnya. Banyak warnet jenis non-games yang bisa menjadi besar dan ramai. Adalah service dari warnet itu sendiri yang menunjang, pelayanan yang baik dan yang pasti adalah kecepatan koneksi, kenyamanan ruangan dan masih banyak lagi. Jadi untuk warnet jenis non-games ini kita bisa lebih mudah untuk penentuan lokasinya.
Untuk menunjang hal-hal diatas, kita memerlukan satu paket warnet yang bermutu dan berkualitas. Seperti :
1. Komputer : komputer yang akan kita pilih untuk setiap client haruslah memenuhi persyaratan yang baik, bukannya asal komputer yang penting murah. Komputer yang baik adalah komputer yang compatible dengan aplikasi-aplikasi baru sekarang ini. Komputer yang baik adalah komputer yang fisik dari hardware itu sendiri masih bisa bertahan minimal 4 tahun kedepan. Untuk hal ini, kami sudah memilihkan paket komputer yang memang recomended untuk diterapkan di warnet-warnet.
2. Bilik / Box / Meja Client : Adakalanya kita membutuhkan privacy kita dihormati. Sama halnya dengan warnet, berilah kenyamanan privacy kepada setiap client Anda saat bermain, berilah ruang yang sekiranya mereka bisa nyaman bermain, hingga akhirnya betah berlama-lama bermain. Bukankah ini akan berdampak baik untuk warnet yang kita kelola ?
Namun satu hal perlu diperhatikan, hindari pembuatan box / bilik yang 70% tertutup, hal ini untuk menghindari penyalahgunaan tempat. Dan yang terakhir adalah :
3. Service : service yang baik adalah warnet yang lengkap fasilitasnya. Warnet yang bisa menyediakan minuman dingin, snack, toilet bahkan mushola. Warnet yang menyediakan jasa : printer, scanner, cetak photo dan masih banyak lagi.



ANALISA BISNIS WARNET

Sekarang ini banyak orang yang sedang mencari peluang bisnis dibidang warnet, cuman masalahnya banyak yang kurang mengerti mengenai perhitungan untung ruginya. Dengan hanya bermodalkan tempat yang sudah ada dan beberapa unit komputer, banyak yang langsung terjun ke bisnis ini tanpa menganalisa terlebih dahulu. Setelah berjalan, katakanlah 1-2 tahun biasanya warnet ini akan tutup atau dioperkan ke orang lain yang akan mencoba lagi keberuntungannya.
Berikut ini, kita akan coba menghitung lebih detail tentang bisnis ini.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan/diperhatikan oleh seseorang sebelum memulai usaha warnet. Antara lain :

1.Lokasi/tempat
Apakah tempat kita membuka warnet termasuk tempat yang strategis ? Perkiraan pengunjung yang datang nantinya kira-2 berapa orang per hari ? Ini akan menentukan jumlah pc yang harus disediakan nantinya. Semakin banyak pc yang tersedia tentunya semakin menguntungkan kita, dengan catatan harus ada yang datang bermain. Ada saat-saat tertentu, warnet kita ramai, dan terjadi antrian, tapi kadang-2 dari semua pc yang kita sediakan, hanya terisi 1-2 orang saja.

2.Spec Komputer

Di daerah sekitar kita, apakah sudah ada warnet ? Bagaimana spec komputernya ? Ini akan menentukan spec komputer yang kita gunakan nantinya. Jika daerah kita belum ada warnet, dan katakanlah, daerah kita agak berada di pinggiran, kita bisa berhemat dengan menggunakan spec komputer yang lebih rendah. Bayangkan juga bila kita berada di pusat kota, dengan banyak warnet yang memakai computer dengan spec tinggi, dengan lcd wide screen. Tentunya kita juga harus menyesuaikan warnet kita dengan warnet saingan kita.
Satu hal lagi, spec komputer untuk browsing /chatting saja tidak perlu tinggi-2 amat, lain halnya kalo warnet kita mau dijadikan game center, dengan aneka games tinggi dan online.

3.Harga jual dan jam operasional

Bermain di warnet, biasanya dihitung dengan biaya per jam. Tetapi ada juga yang membuat paket, misalnya paket 1 minggu berapa atau ada juga yang paket bulanan. Hal ini tergantung dari situasi kondisi di lapangan dan juga permintaan dari pelanggan. Di pasaran biasanya harga bermain di warnet sekitar Rp. 2500 s/d rp. 5000,-/jam. Untuk tempat2 yang elit, bisa saja mencapai Rp. 10 ribu per jam atau lebih.
Semakin panjang jam buka warnet kita, tentunya semakin banyak omset yang kita. Tetapi ini juga akan membuat biaya operasional kita menjadi lebih mahal, karena kita harus membayar lebih untuk biaya listrik dan gaji karyawan.

4.Dikelola secara professional atau sistem kekeluargan ?
Ini salah satu poin penting juga, karena selama ini, mungkin kita tidak pernah menghitung biaya sewa gedung, karena dianggap toh punya sendiri. Hal ini sebenarnya harus kita hitung, walaupun tempatnya gratis. Karena kalau tidak kita hitung, kita tidak tahu dengan pasti apakah bisnis kita ini layak diteruskan atau tidak. Kalo misalnya tempat yang akan kita gunakan ini, tidak digunakan untuk warnet, tentunya bisa disewakan ke orang lain, dan ini akan memberikan penghasilan bagi kita. Mungkin saja nanti setelah dihitung-2 dengan analisa yang akan diberikan dibawah, lebih untung menyewakan tempat kita daripada kita sendiri yang buka warnet.
Poin lainnya adalah tenaga kerja, banyak usaha warnet yang dijaga oleh pemiliknya langsung atau mungkin juga adik atau kakak atau family dari ownernya. Dan biasanya mereka tidak mengambil gaji, tetapi hanya mengambil keuntungan dari warnet. Seharusnya walaupun yang jaga adalah saudara kita atau kita sendiri sebagai owner, kita juga harus mengambil gaji seperti kalo kita menggaji orang.

5.Penyusutan computer dan gedung.
Ini adalah poin terpenting dalam bisnis warnet. Rata-rata warnet kecil dibuat tanpa menghitung penyusutan computer. Jadi perhitungan mereka simple saja, dalam 1 bulan dapat omset dari warnet misalnya 10 juta, trus dipotong gaji karyawan, listrik, biaya internet, dan lain sebagainya katakanlah total 6 juta, maka keuntungan mereka perbulan adalah 10 juta – 6 juta = 4 juta. Dalam setahun 12 bulan x 4 juta = 48 juta. Bisnis yang lumayan bukan ?
Seharusnya keuntungan 4 juta itu, harus dipotong dulu dengan yang namanya penyusutan komputer. Biasanya kita hitung, satu unit komputer itu dinolkan (dianggap tidak bernilai lagi) dalam waktu 3 tahun. Jadi kalo harga 1 unit komputer 3 juta, maka biaya penyusutan per bulan adalah : Rp 3 juta / (3 tahun x 12 bulan) = Rp. 83.333. Kalo kita ada 10 unit komputer, maka kalikan saja dengan 10 unit, berarti perbulan kita harus susutkan Rp. 833.333,- Uang ini nantinya kita pisahkan dan kita buat tabungan sendiri.
Untuk sewa gedung juga harus dibuat penyusutannya, supaya di tahun depannya, kita sudah ada dana untuk menyambung sewa gedung tersebut. Tidak lucu kalo misalnya setiap tahun, kita harus keluar modal lagi untuk sewa gedung ataupun upgrade PC.


1.Investasi awal :

1.Sewa gedung, asumsi rp. 10 juta per tahun
2.PC untuk warnet 10 pc, asumsi Rp. 3.500.000 /unit
3.PC untuk server 1 pc, asumsi Rp. 5.000.000 / unit
4.Biaya pembuatan perabot , asumsi rp. 5.000.000
5.Biaya instalasi jaringan, switch dan kabel, asumsi Rp. 2.000.000,-
6.Investasi lainnya, misalnya AC, line tel, listrik, cat ulang ruangan, asumsi Rp. 5.0000.000,-

Total Rp. 62.000.000,-

2.Biaya operasional :

1.Biaya koneksi internet, asumsi memakai speedy, Rp. 1.750.000 / bln.
2.Biaya gaji pegawai, asumsi 2 orang x Rp. 800.000, total Rp. 1.600.000 / bln
3.Biaya listrik dan tel, asumsi Rp. 1.000.000 / bln
4.Biaya lainnya (cadangan), Rp. 500.000 / bln
5.Biaya penyusutan,

*untuk gedung Rp. 10.000.000 / 12 bln = Rp. 833.333 / bln
*untuk pc dan server Rp. 38.500.000 / 36 bln = Rp. 1.069.000 / bln
*untuk lainnya, kita juga asumsi susut dalam 36 bln,

biaya perabot, ac, instalasi, dll Rp. 12.000.000/36 bln = Rp. 333.333 / bln
Total biaya penyusutan Rp. 2.235.000 / bln
Total biaya operasional + penyusutan = Rp. 7.085.000,-
3.Omset PendapatanDengan jumlah 10 komputer, dan jam buka 12 jam (jam 10 pagi s/d 10 malam), kemudian harga jual Rp. 3000 / jam. Maka maksimal keuntungan yang bisa kita dapat adalah
10 pc x 12 jam x Rp.3000 = Rp. 360.000 / hari.
Tapi ini adalah tidak mungkin, kita harus kalikan dengan tingkat kepadatan pengunjung yang datang. Biasanya kita asumsikan dengan nilai 50%, dalam arti rata-2 yang main setiap saat hanya setengah dari kapasitas warnet kita saja.
Maka keuntungan perhari adalah Rp. 360.000 x 50% = Rp. 180.000.
Untuk satu bulan, kita kali kan dengan 30 hari = Rp. 5.400.000,-


Dengan perhitungan diatas, maka usaha warnet kita tadi adalah rugi Rp. 5.400.000 – Rp. 7.0785.000 = Rp. 1.685.000 / bulan.
Sorry, bukan untuk mengecilkan semangat dalam usaha membuat warnet, tetapi ini adalah sekedar ilustrasi supaya kita lebih cermat dalam hitung-2an sehingga investasi yang kita tanam tidak sia-sia.


Ada beberapa poin yang bisa kita rubah supaya usaha warnet kita bisa untung, misalnya :

*Biaya koneksi internet dicari yang lebih murah, misalnya memakai paket office speedy, Rp. 750.000 / bulan. Ini bisa menghemat biaya internet kita sehingga rp. 1 juta /bulan. Atau bisa juga dengan mencari alternative radio link yang banyak dijual oleh pihak ketiga, diluar ISP resmi.
*Meningkatkan jumlah komputer, memperpanjang jam buka, meningk

 
Kesimpulan

Pada saat ini setiap detik manusia tidak pernah lepas dari teknologi. Segala aspek kehidupan kini telah terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama komputer. Segala macam kegiatan manusia sudah dipermudah dengan adanya komputer. Namun demikian, banyak praktisi dalam dunia kerja yang kesulitan mengikuti perkembangan jaman karena usia yang tidak muda lagi.
atkan tingkat kedatangan customer dengan membuat paket-2 yang menarik, mis paket main 5 jam, paket happy hour pada jam-2 sepi.
*Buat usaha tambahan selain warnet,misalnya dengan menyediakan penjualan minuman dan makanan ringan, sehingga ada omset tambahan.
*Menyediakan printer untuk bisa mencetak, biasanya dihitung per lembar.
*Menyediakan jasa download, jasa copy cd/dvd, penjualan accessories komputer, pulsa telepon, dan lainnya sepanjang tidak menggangu usaha warnet dan tidak memakan banyak tempat.

 
PENUTUP

SEKIAN YANG BISA SAYA TULISKAN ATAU INFORMASIKAN SEMOGA JUGA BISA MEMBANTU PEMBACA
Wasallam"

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com